Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap Sindikat Penipu Modus Pinjaman Modal Usaha - Bukan Polisi Biasa

Breaking

Bukan Polisi Biasa

Bukan Polisi Biasa

Facebook

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, January 23, 2018

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap Sindikat Penipu Modus Pinjaman Modal Usaha

Jakarta – Sindikat penipu dengan modus mengiming-imingi calon korbannya mendapat pinjaman uang ratusan miliar digulung jajaran Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di lokasi berbeda. Kawanan ini mengincar korban dari kalangan pengusaha yang butuh modal besar.
“Korban berinisial V adalah pengusaha perkebunan sawit di Jambi, yang membutuhkan uang sebesar Rp 500 miliar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono didampingi Wadir Krimum AKBP Ade Ary, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (22/1/2018).
Enam tersangka yang ditangkap yakni AW alias A, AR alias I, JW alias T, MA alias U, HB alias W alias H, dan MA alias H. Dalam menjalankan aksinya, kawanan ini memiliki peran yang beda-beda. Namun, yang menjadi otaknya adalah AW sedangkan mencari korban adalah AR.
“Masing-masing pelaku punya peran sendiri, ada yang mencari korban secara acak. Ada yang menjadi bos, ada yang menjadi ajudannya, dan lainain” kata Kombes Pol Argo.
Dijelaskan Kombes Pol Argo, semula korban mempunyai proyek perkebunan sawit diwilayah Jambi dan butuh tambahan modal besar, bersamaan dengan itu tersangka AR menawarkan jasa mengaku bisa mencarikan pemodal dan disepakati korban. Tepatnya pada 30 Oktober 2017 keduanya sepakat untuk bertemu di salah satu apartemen di Kawasan Jakarta Selatan untuk dipertemukan dengan pemodal atau bosnya tidak lain adalah tersangka AW.
Dalam pertemuan itu tersangka JW dan HB ikut hadir mengaku sebagai asisten pribadi AW yang bertugas mengolah data. AW kepada korban menyakinkan dengan mengatakan sedang fokus memberikan dana untuk perkebunan dengan syarat pengembalian 15 sampai 20 tahun dan pinjaman dikenakan bunga 15 persen pertahun namun bunga tahun pertama wajib dibayar dimuka.
Pertemuan berlanjut di Stasiun Gambir Jakarta Pusat di depan minimarket antara korban dan JW untuk menyerahkan surat pengajuan pinjaman pada Rabu (8/10/2017). Hingga berlanjut pada pertemuan (13/12/2017) antara korban dan bertemu AW, HB, dan JW .
Korban meminta temannya memegang uang 368.000 dolar Amerika atau setara Rp 5 miliar sebagai bunga 1 persen yang telah disepakati dan diperlihatkan kepada tersangka. Kemudian pada Kamis (14/12/2017) korban dan rekannya menuju kawasan Pondok Indah untuk bertemu pelaku. Namun, rekan korban ditinggal di salah satu kedai kopi sementara korban diajak pelaku untuk mengambil sisa koper di Cijantung, Jakarta Timur.
“AW dan korban pergi ke Cijantung. Sedangkan teman korban beserta uangnya masih di Jakarta Selatan. Tapi, di perjalanan, korban berhenti di salah satu tempat makan dan diminta memberikan SIM A,” ucap Kombes Pol Argo.
Disitu, korban ditinggal AW dengan dalih akan pergi sebentar karena ada urusan. Ternyata AW menemui teman korban dan mengatakan sudah mendapat persetujuan untuk mengambil uang yang merupakan bunga awal.
“Dia menunjukan bukti berupa fotokopi SIM A sebagai bukti proses dan jaminan sudah selesai, sehingga rekan korban percaya dan menyerahkan uang,” kata Kombes Pol Argo.
Hingga akhirnya nomer pelaku sudah tidak bisa dihubungi dan korban baru tersadar telah menjadi korban penipuan sehingga melaporkan ke polisi. Pelaku akhirnya berhasil dibekuk secara terpisah dilokasi berbeda-beda.
Tersangka AR dan MA ditangkap pada Kamis (28/12/2017) di Teluk Kuantan, Riau, Sumatera. Pada Jumat (29/12/2017) tersangka AW ditangkap disebuah Villa kawasan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Tersangka JW ditangkap di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (30/12/2017).
Sedangkan tersangka MA ditangkap di kawasan Tangerang, Banten pada Rabu (13/1/2018). Dan terahir tersangka HB ditangkap pada Rabu (10/1/2018) di Daerah Guci, Jawa Tengah.
Tersangka dikenakan Pasal 378 dan atau 372 KUHP dan 480 KUHP, ancaman hukuman 4 tahun penjara.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here